Bisnis Indonesia | 22 April 2007

Nikmati kuda lewat Poem of Blood
oleh Herry Suhendra


Bagi seniman Ugo Untoro, kuda bukanlah sekadar hewan tunggangan. Lebih dari itu, kuda banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia.

Ugo, kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, 1970, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dalam pameran tunggalnya di Galeri Nasional Indonesia pada 11-26 April, menampilkan objek kuda.

Ugo sangat menyukai kuda. Dalam pameran ini, selain lukisan bertema kuda, dia menampilkan karya seni rupa yang materialnya dari kuda.

"Tidak ada hewan yang disakiti dalam karya-karya ini. Kulit kuda dan video art diambil dari penyembelihan kuda di daerah Plered, Bantul, Yogya," demikian pernyataan Ugo dalam pengantar di katalognya.

Dalam pameran bertema Poem of Blood, Ugo menampilkan karya perjalanan kuda dan nasib kuda yang menjadi lambang keperkasaan, kekuatan, kecepatan dan kecakapan. Pameran ini diresmikan oleh Larasati Gading, selebritas yang juga pencinta kuda.

Bila dalam karya lukisnya Ugo menampilkan bagaimana eloknya kuda melangkah, bagaimana terlihat kuda yang gagah perkasa, tapi dalam karya dimensi variabel yang terbuat dari kulit kuda,

Ugo memperlihatkan bagaimana akhir dari nasib kuda. Sebut saja karyanya yang berjudul The Last Race yang terbuat dari kulit kuda dan pasir yang menggambarkan kuda tersungkur. Atau Dari Padang Liar Terkapar di Aspal yang terbuat dari kulit kuda dan kayu.

Pengunjung yang datang pun secara seksama menyaksikan satu per satu karya seni bertema kuda ini. Tak hanya dari kalangan seniman dan pencinta seni. Sastrawan Danarto pun hadir pada acara pembukaan.

Selain itu kolektor benda seni Teguh Edhieyanto, Indara dan EZ Halim serta dari kalangan institusi seni seperti Martha Gunawan dari Mon Decor, Edwin Rahardjo dari Edwin's Gallery.

Apa yang ditampilkan Ugo dalam pameran ini memang merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi dan belum pernah dilakukan seniman lainnya.

Ugo dengan karyanya ini menunjukkan bagaimana dia berkreasi dari hal yang sederhana, banyak dikenal dan sering terlihat sehari-hari di mana pun yaitu kuda. (Herry Suhendra)